wawiwuwewo

hum. aku gak tahu harus nulis apa di sini. gak ada yang special yang harus aku ceritain. tapi aku sudah sangat lama sekali tidak menuliskan sesuatu tentang diriku, di buku diary di selembar kertas atau di blog ini. aku tidak tahu apa penyebabnya yang jelas aku sangat membenci aku yang sekarang. karena aku lebih terbuka sekarang pada orang lain. bukanya aku tidak mempercayai seseorang tersebut tetapi aki memang tidak suka masalah pribadi dan tidak penting ku di ketahui banyak orang. itu sangat memalukan menurutku, dan lebih baik di simpan sendiri saja itu akan lebih baik.

Yang di pikirkan aku sekarang adalah nanti aku akan menjadi apa. banya orangtua-orangtua yang di hadapanku menjadi korban waktu mereka sendiri. mereka menjadi sampah masyarakat akibat salahnya melangkah pada saat mereka masih muda. dan aku berdoa agar hal itu tidak terjadi pada diriku.

aku cenderung ingin bergelut dengan bidang IPA seperti teknisi, tapi kemampuanku di bidang fisika sangat memprihatinkan. bukan hanya sekali 2 kali aku menangis karena nilai fisikaku seperti giginya anak bayi yang jumlahnya tak lebih dari 100 (???) maksudku bernilai jelek. dan dahulu kala aku sangat mengingikan menjadi dokter gigi. tak tahu kenapa aku sangat menyukai bentuk gii yang rapi seperti Edrik atau Kibum, walau sedikit menonjol tetapi rapi dan putih itu begitu menawan. dan untungnya juga gigi yang aku punya juga tak kalah rapi tetapi tidak sangat menonjol, dan aku sangat bersyukur dengan itu. tetapi euh tetapi ini juga kandas di tengah jalan. saat aku tahu kalau dokter gigi juga haru berhadapan dengan mayat yang harus di sayat. itu kelemahanku, aku tidak bisa menyayat2 sesuatu kecuali bawang merah dan putih. satu-satu nya keahlianku di bidang IPA hanya di bidang kimia, aku tidak tahu harus melakukan apa. tetapi aku mempunyai kelebihan di bidang farmasi karena aku di besarkan oleh farmasiawan di rumahku. ibu dan ayah ku adalah lulusan kefarmasian saat mereka muda. dan aku tidak heran dengan ini.

tahun depan adalah lompatan aku yang tertinggi dan aku tidak boleh dan jangan sampai aku terjatuh di lompatan itu karena sekalinya aku jatuh maka aku tidak bisa memperbaikinya secara 100%. aku takut, sesekali aku membicarakannya pada ayahku dan expresinya hanya tersenyum dan menyuruhku untuk menunggunya tahun depan….itu bukan yang aku inginkan. aaaakh!! tuhan bantu aku.

jadikan lah aku seorang dokter gigi di surga, walau tidak ada pasien yang datang setidaknya aku mencapai cita-citaku yang tak tercapai.

dentis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s