Better spend with you (part 1)

theme: romantis gak jelas.

cats: Lee Jinki, Minzy,

quotes: sama kayak judul

Minzy pov

“aku adalah yang seperti dunia lihat…” kataku dihadapan cermin meja rias ku.  aku maknae dari kumpulan anak2 populer di kampus. Walau makane, tapi aku tidak kalah keren dari yang lainya. Tidak kalah poppuler dari Dara unni, tidak kalah keren dari CL unni, dan tentunya tidak kalah agyeo dar Boom unni. Yyah, begitulah aku, Gong minzzy si maknae yang sexy. Senyum simpul ku menyeringai.

Aku melesat dengan monsterku –nama ferrary merah-  menuju kampus yang aku tuju. Walau belum ada jam kelas tapi sudah seharusnya aku berada di sana. Mungkin hanya untuk sekedar berkumpul dengan unni deul ku dan berjalan angkuh di depan siapa saja. Hhahahha, itu sangat menyenangkan.

Deeerrtt…ddeeerrtt… phone ku mengusik ketenangan atmofer di dalam mobil ku. Tangan ku meraih nya, melihat di layar phone ku, “Appa… aiish, apa lagi..??”  mau tidak mau aku harus menjawab telponnya bagaimanapun dia adalah orang tuaku yang membesarkan ku walau dengan hanya uangnya saja. “yeoboseyo??” kataku setelah mengangkat panggilannya. “ne minji-ya… hari ini sudah jadwalmu untuk mengontrol kesehatan paru2 mu..” terdengan suara bass nya dari serbang sana. Dia masih mengingat nya. Appa, sebenarnya siapa yang bersalah atas kejadian saat itu.

*flashback*

“Appaaaaa…!! Oemmaaaaa!!! Aku pulaaang aaaah akhirnya aku kembali untuk selamanya … kembali untuk udara dingin seoul..” teriak ku kegirangan ketika pertama kali memijakkan kaki keluar dari mobil. Tampak appa menyambutku di depan pintu. Senyumnya menawan dan tampak sangat tampan itu selalu hadir untuk ku. “Appaaaa!!! Bhogoshipooo sooo!!!… “ aku berlali untuk cepat2 memeluknya. “hm.. anak ku yang manjaa, sampai kapan kau akan seperti ini??!” . masih di dalam pelukkan nya. “ aku tidak ingin berubaaaah….geuroom di mana oemma?? Dia tidak ingin menyambut kedatangan ku??” kali ini aku yang melepaskan pelukkannya. Aku mendangak beberapa centi untuk bisa melihat wajah appa. “ aaa.. aigoo dia ada keperluan jadi dia pulang ke jejju Appa sudah memberitahunya bahwa kau akan kembali hari ini…. “ . ketika mengungkapkan beberapa kalimat tersebut raut wajah appa berubah, entah mengapa tapi aku tidak begitu mempedulikannya.

Sudah seharian aku berada di rumah, tapi oemma tidak kunjung datang. Aku menunggu sambil mengurus semua barang2 ku, dan membereskan kamarku yang aku sudah berjanji padanya untuk tidak meninggalkan nya lagi. Keberadaan appa hanya beberapa menit dari kedatanganku, dia harus segera mengurusi perusahaan nya. Aku mampu memahami, memang harus seperti itu. Tuntutan kehidupan dan tak ada yang mampu menawarnya.

Jam makan malampun datang aku mulai turun dan berjalan menuju meja makan. “aaiiisshhh pegoppaaa…!!” detik ini yang aku ingin kan hanya lah masakkan oemma saja tidak yang lainnya. Tetapi apa boleh buat oemma tidak ada di rumah. “minji-yyaaa….!! Appa pulang…” teriak Appa dari pintu utama. “ne appa.. “ aku berlari kecil kearahnya karena ingin segera mengadukan rasa lapar ku yang sudah sangat akut. “minjii-ya apakan kau lapar…??”

“OEMMAAAAA!!!!…” ternyata Appa datang bersama oemma, dia menunjukan bekal2 makanan yang sudah oemma siapkan dari jejju. Mungkin..??.

****

Makan malam yang menyenangkan, malam pertama aku di seuol makan malam bersama tanpa ada yang hilang dari kami. –awal yg baguss…- batin ku.

“minjji-ya. Appa ingin mengatakan sesuatu pada mu..” katanya yang duduk di depan ku.

“mwo..?? katakana saja apa..??” walau masih sibuk dengan cuci mulutku aku tak mengacuhkan perkataan appa.

“sebenarnya… appa dan oemma…” Appa tidak melanjutkan perkataannya. Aku tetap acuh tidak memandang mereka berdua yang sedang bicara dengan ku karena aku masih sibuk dengan pencuci mulut ku.

“sudah bercerai…” kata oemma melanjutkannya. Acuh ku terhenti bersamaan dengan helaan nafasku. Seperti di cekik monster dan tak mampu untuk melawannya. Aku harus melakukan apa sekarang?? Harus kah membanting segalanya yang ada di atas meja makan??

“mwo oemma?? Kalian berdua bergurau bukan?? Hahhaha.. tidak usah bergurau seperti itu, tidak lucu appa, oemma…” berharap semuanya tidak dalam ruang lingkup kenyataan.

“kami tidak sedang bergurau, sebenarnya kami sudah berpisah lama. Kami sepakat tidak memberitahu mu karena takut mengganggu proses belajarmu di new york.. dan sekarang mungkin sudah saat nya kamu mengetahui kenyataannya… “ jelas Appa yang terasa lebih seperti di tusuk beribu2 anak panah pada tubuh ku.

“dan… kau tinggal lah bersama appa mu, mianhae minjji oemma tidak bermaksud… “ oemma mulai menangis. Sesekali terdengar isakkan nya yang tak tertahankan lagi. Aku yang melihatnya hanya bisa terdiam tanpa berkutik. Keadaan ku sebenarnya sedang mencerna kembali kata2 yang sudah aku dengar sedari tadi. Rasanya susah dan menyakitkan.

“wae-yo oemma?? Appa?? Kalian sudah tidak saling mencintai?? Kalau begitu bagaimana dengan mencintaiku?? Tidak maukah kalian bersatu kembali??” aku mulai mengangkat bicara dalam persoaalan ini yg mungkin sudah lama aku tidak mengetahuinya.

“ani-yo… semua nya sudah terlambat. Tidak bisa.. maaf kan oemma dan appa minji..”

Semuanya nyata. Tidak sedang bergurau dan tidak sedang bermimpi. Kenyataanya adalah oemma dan appa ku sudah berpisah… pandanganku kosong, bibirku sedikit terbuka dan tak satu kata pun yang terlontar. Atsmofer di sekitar wajahku mulai memanas. “aku ingin mencari udara segar dulu.. “ segera bergegas pergi meninggalkan meja makan. Aku menghampiri monster ku lalu melesat tak karuan menuju jalan raya seoul. Tak tahu hendak kemana hanya meluncur tak karuan dengan monsterku. Semakin cepat monsterku meluncur semakin deras tangisanku. “wae-yo….”

CIIIIIIIITTT BRAAAK…  lalu semuanya menjadi gelap.

Nickuh p.o.v

“nickun-ssi… bagaiman dia angkat pangilan mu??”  victoria menanyakan nya, dia hampir mati ketika tahu minji tidak mampu untuk dihubungi dan malam sudah mulai kembali pagi lagi. “phone nya tidak aktif … kemana dia? Sudah hampir jam 2 pagi dia tak kunjung kembali… “

Deeeerrrt..dreeeeet.. phone victoria berdering.

Segera victoria mengangkatnya. “ne yeoboseyoo.. “ . nadanya meninggi karena kecemasannya memuncak. “waee-yo?? Rumah sakit parang seoul… ne ne aku akan segera kesana..”

“victoria… ??” kataku. “kita harus segera ke rumah sakit parang seoul.. minji.. minji.. “ panic nya membuat langkahnya melemas lalu mengambrukannya. Dia terjatuh lemas di atas lantai. Tubuhnya terbentur lantai dan tangis nya mulai terdengar lagi. “victoria-ssi… tenangkan diri mu… aku semangkin tersiksa jika melihat mu seperti ini terus.. “ aku menghampirinya, kedua tanganku menggenggam kuat kedua bahunya yg bergetar lirih karena isakkan tangisnya. “minjji ku, dia di rumah sakit… dia kecelakaan.. ini semua karena kita !!! jika kita_” aku memeluknya. Bagaimanapun aku masih mencintainya, tidak ingin melihat keadaanya terus memburuk. “aku akan terus mencintai mu walau sudah tidak berdampingan lagi… kata2 itu pun aku akan ku katakana pada minji agar dia mengetahui bahwa kita berdua masih saling mencintai.. kuatkan diri mu… kita akan melihat keadaan minji..”

* Flashback end*

“ne Appa aku akan memeriksakan paru2 ku…”. Karena kecelakaan malam itu paru2 rusak. Benda medis yang dokter tanamkan di paru2 ku harus sering kali terkontrol keadaanya. “apakah kau menerima telpone dari appa ketika kau sedang menyetir??”. Appa mengetahuinya, memang aku sedang menyetir dan menerima telpone darinya. “ne Appa tapi aku menggunakan ear phone tak usah khawatir… appa aku tutup telpone nya… “. Klik

___________________________________________________________________

“unni deul, bagaimana ini?? Aku harus berpatner dengan kakak tingkat ku … “ aku datang dengan setumpuk keluhan di kepalaku. Baru saja kelas hari ini berakhir dan seperti biasa kami berkumpul caffe dekat kampus. Aku yang datang terakhir memang karena jam mata pelajaranku bertambah 1 jam, itu pun sangat mendadak. Mungkin terdengar biasa dengan kata2 “menambah jam pelajaran” tetapi ketika dosen tersebut membuat tugas konyol rasanya sangat  mendadak menyebalkan jadinya, tugas konyol tersebut adalah menyelesaikan kumpulan peaper dengan bantuan kakak tingkatku. Harus bersama kakak tingkat katanya, karena menambah pemahaman dari pengalaman mereka. Peduli apa dengan pengalaman para kakak tingkat. Big IDIOT for him.

“hm… itu sungguh menyenangkan minzzy, kau bisa meminta bantuan kakak tingkat mu yang tampan kalau begitu…”. Boom unni mengutarakan pendapatnya dengan senyuman tanpa beban padaku. “yya unni-yya aku tidak bisa… “ lirih ku. “kau lupa yya unni, minzzy sangat sensitive dengan namja. Dia tidak bisa_”. “dia bukan tidak bisa CL !! hanya tidak mau. Yya !! minzzy-yya..!! bersikaplah terbuka pada semua orang. Jangan menutup diri seperti itu terutama kaum namja karena mau tidak mau kau hidup mu harus berakhir dengan iringan namja di samping mu…” potong Dara unni kali ini. Dia begitu menghakimiku.

Responku hanya mengerucutkan bibirku sebisa mungkin. Aku kecewa karena pendapat mereka bukan yang aku harapkan. “aaaah aniyo unni…” rengek ku. “dengarkan apa yang dikatakan Dara unni. Semua itu benar… dan satu lagi kita akan lulus terlebih dahulu dari pada kamu jadi tidak akan selamanya kita mampu menemanimu di kampus ini, segeralah membuka diri pada halayak sekitar mu…” CL unni menambahinya. Membuat perutku mendadak mulas karena mendengar apa yang dia katakana.

“heemm… sedih aku harus lulus terlebih dahulu daripada kalian. Minzzy ku, aku akan sering2 mengunjungi mu walau aku sudah selesaikan skripsiku … dan wisuda ..hhahahaha” lagi2 tanpa beban, Boom unni selalu mengatakan hal2 yang berat dengan perasaan tanpa beban.

“lalu… aku harus__”

“Arosso…!!” jawab Darra unni dan CL unni berbarengan.

“Aiiiish….!!” Keluhku sambil menenggak beberapa teguk capuccinolate dihadapan ku. Entah punya siapa. “YYA..!! itu punya ku, seenak nya saja kau babbo..!!” CL unni berteriak di depan mukaku. Hampir mati rasanya. “HEMM..!! jangan katakana kata2 kasar itu lagi pada dia, tidak baik.. tidak sopan dan_”

Selalu seperti ini. CL unni selalu berkata kotor dan Boom unni selalu saja berceramah sehabis hal itu terjadi. Hal ini selalu terulang setiap kami bertemu. Aku hanya bisa menonton saja dan Darra unni?? Dia  sibuk merekam pertarungan mulut mereka.

“kalian sudah mencapai episode 124.. wow chukae-yo..!!” Dara unni mulai merekam lagi kelakuan mereka berdua. “hentikan Dara hal ini tidak lucu untuk di abadikan dengan kamera.. aku paling tua di sini jadi dengar kan aku semua..”

-haruskah keadaan seperti ini berubah karena kalian harus lulus terlebih dahulu.??- batinku.  Lalu senyum manis ku terukir diantara mereka.

****

Aku berjalan angkuh menyelusuri lorong menuju kelas kakak tingkatku. Tanpa senyuman aku memandangi mereka yang mulai membicarakan ku di belakang. Walau mereka kakak tingkat ku aku tidak takut untuk menghadapinya kalau2 nanti terjadi hal2 yang tidak diinginkan.

-ini dia kelas yang aku cari…- batinku setelah melihat papan yang melintang di atas pintu itu. Aku mulai membuka pintu itu pelan2, mengintip sebentar untuk memastikan apakah sedang ada pelajaran atau tidak. Setelah aku melihat keadaan didalam kelas tersebut dapat disimpulkan tidak sedang ada pelajaran. Malah mungkin baru saja berakhir karena mereka terlihat baru saja memasukkan buku2 mereka kedalam tasnya.

Aku pun mulai membuka lebar pintu kelasnya dan dengan keadaan seperti ini aku mampu melihat seisi kelas dengan mudah. Aku perlahan mencari seseorang yang mampu membantu ku. Tetapi tidak satupun yang  ku kenal, dan buruknya aku mulai merasakan gugup karena aku tidak sedang bersama unni deul.

“KITA KEDATANGAN TAMU…!!!” salah satu yeoja berteriak sambil melihat kearah ku.

“SEMUANYA, LIHATLAH DISANA ADA ADIK TINGKAT KITA ‘GONG MIZZY’  YANG AKAN MEMINTA BANTUAN SALAH SATU DARI KITA…!!!”  teriaknya kali ini didengarkan semua orang yang berada di kelas tersebut. Dan sialnya tidak satu pasang matapun yang tidak menatap ku sinis. –bitch..!-

“KEBETULAN DIA DATANG KARENA AKU INGIN MEMBERITAHUKAN KALIAN.. KEMARIN AKU MENDENGARNYA SENDIRI  KALAU SEORANG MINZZY SI YEOJA POPULER ITU MEMPUNYAI SIKAP DINGIN KARENA…” dia menghentikan kata2 nya lalu tersenyum simpul, mengisyaratkan bahwa dia sangat meremehkan ku. Aku hanya menatapnya dingin dan tentunya di penuhi rasa kesal yang bertubi2.

“KARENA DIA MEMANG MEMPUNYAI GANGGUAN KETIKA SEDANG BERGAUL… DIA TIDAK TAHU BAGAIMAN CARA BERGAUL PADA SESAMA. KALIAN TAHU ITU BERARTI APA?? DIA TIDAK LEBIH DARI ANAK KECIL INGUSAN YANG BERMASALAH DI DALAM SISI SIKOLOGIS NYA. BUKAN SEPERTI ITU MINZZY-YYA?!.. HAHAHHAHA..!!” hamburan tawa terdengar keras di telingaku. Aku menatapi satu persatu siapa saja yang menertawakan ku dan aku berjanji akan membuat perhitungan dengan mereka satu persatu. Tentunya dengan bantuan unni deul ku.

“YYA..!! CHINGUDEUL.. JANGAN TERTAWA TERLALU PUAS, APAKAH KALIAN TIDAK TAKUT MENDAPAT PERHITUNGAN DARINYA??.. DAN TENTUNYA DENGAN BANTUAN UNNIDEUL NYA…HAHAHHAHA…”. Dia mengetahui apa yang aku pikirkan, bagaimana bisa?. Bukan dia bukan mengetahui apa yang aku pikirkan lebih tepatnya dia mengetahui kelemahan ku yang sebenarnya… “CHINGU YYA..!! AKU DAPAT SIMPULKAN BAHWA MINNZY BUKAN LAH SIAPA2 TANPA UNNI DEUL NYA… HHHAHAHA”. Untuk kesekian kalinya dia benar, aku memang lemah tanpa unni deul ku. Aku tidak mampu berbuat apa2 ketika unni deul ku tidak di sekitar ku.

“lalu apa yang kau ingin kan dari ku?? Pengupiing…” dan akhirnya aku angkat bicara. Aku tidak ingin terlihat konyol karena telah membiarkan diriku diolok2 tanpa melawan.

“WOOOWW… akhirnya si agyo ini bersuara.. !! cih, yang aku inginkan adalah kau berlutut memohon pada kami ketika meminta batuan dari salahsatu dari kami… “ . –damn it !! yeoja ini  semakin menjadi2…- aku hanya menatap seluruh isi kelas, terlihat raut wajah mereka tidak ada yang bersahabat dengan ku. Jika dia menginginkan aku menjatuhkan harga diri ku demi tugas itu, maka aku akan memilih mendapatkan nilai nol dari pada harus menjatuhkan harga diri ku.

“apa urusan mu dengan ku? Kau iri kah dengan status ku di kampus ini?? Tidak bisakah menjadi sepopuler ku?? Cih..” walau tidak ada unni deul tetapi aku mampu menggigit ketika diusik.

“mwo?? Apa maksud mu..??.. cih angkuh_”

“dan satu lagi, aku kemari tidak untuk meminta bantuan mu… aku meminta bantuan kepada kakak tingkat yang sekiranya mempunyai otak untuk membantu tugas ku… “ potong ku.

“jadi menurut mu aku tidak mempunyai otak??” nada bicaranya mulai beruba. Sepertinya dia sudah mulai kesal dengan perkataan ku tadi.

“jika menurut mu seperti itu… geurom.. sunbae deul tidak kah salah satu dari kalian mau membantu tugas ku.. TANPA HARUS BERLUTUT TERLEBIH DAHULU…” aku memperluas pandangan ku. Tidak satupun sanbae yang berkutik. Entah apa yang ada dipikiran mereka masing2.

“aku mau…” salah satu namja berkata dari barisan belakang. Perawakan nya tinggi dan dada nya bidang walau terlihat sangat kutu buku dengan gaya penampilannya aku sempat terpesona karena dia satu2 nya namja berkacamata yang menurutku moncho. “Jessica terlalu berlebihan, hal seperti ini saja diharuskan kau untuk berlutut.” Dia berjalan kearahku melewati yeoja yang bernama Jessica itu yang tepatnya telah membuat darahku naik hari ini.

“kajja…. ?!” sambil tersenyum. Aku sempat menahan hellaan nafasku karena senyumnya yang begitu manis. –mengapa harus seorang namja yang bersedia membantuku… dan parahnya mengapa dia begitu manis?? Membuat ku sesak nafas saja –

“Arosso, kka!!” aku kuasai diri ku lalu berbalik badan untuk menjauh dari kelas neraka itu.

****

“bagaimana dengan tugas dengan sanbae deul mu?? Kau mendapatkan yang kau mau??” Tanya Dara unni yang mulai duduk tepat disamping ku. “ne.. “ jawabku malas.

“wae yo?? ada hal yang buruk Minzzy??” Dara unni belum mengetahui kejadian apa yang tertimpa kepada ku ketika mencari sanbae yang bisa membantu ku. Hal itu sunggu menyebalkan.

“dia digigit ular..!! hhahahha..” tiba2 Boom unni menyauti dari arah dapur. Menyautinya dengan berteriak tepatnya.

“mwo?? Di gigit ular??” Dara unni sepertinya semakin tidak mengerti tentang keaadaan ku. “ne unni… yeoja itu seperti ular..” gerutu ku sambil mengganti2 chenel tv karena tidak ada yang menarik menurutku.

“nugu?? Ayolaaaah ceritakan kepada ku…” dia meraih tanganku dan menghentikan kegiatan ku menganti2 chenel.

“sepertinya hanya Dara unni yang tidak mengetahuinya… “ dengan 2 gelas jus melon CL unni datang sambil menyauti percakapan kami. “igot..!” dia memberiku satu gelas jus melonnya.

“Aiiish.. lihatlah hanya aku yang tidak mengetahuinya…”

“Jessica song, dia menguping pembicaraan kita tentang sikap Minzzy yang tidak terbuka dengan lingkungannya lalu membuat hal tersebut menjadi bahan tertawaan di kelas nya ketika Minzzy mendatangi kelas nya untuk mencari patner..” jelas CL unni singkat.

“Aiiiish…!! Jessica song selalu saja membuat masalah dengan kita. Apa yang harus kita lakukan??!!” sepertinya Dara unni mulai kesal mendengarnya. Aku menyukainya karena ini lah yang aku harapkan ketika sedang di tertawakan oleh mereka.

“YYa…!!! Apa yang kita akan lakukan?? Aaaah akhirnya ada permainan lagi hahhahha…” Boom unni berteriak kembali dari arah dapur. Ternyata dia masih mendengar percakapan kita sedari tadi.

“dia mempermalukan ku di depan semua orang…” kataku sambil mengingat-ingat kembali kejadian hari itu.

“berarti kita permalukan kembali dia di depan semua orang dikampus kita…” CL unni menjawab tenang. Sepertinya dia sudah mempunyai cara untuk mempermalukannya.

“Tetapi unni.. aku ingin semua dari kelas itu yang di permalukan karena mereka semua menertawakan ku, kecuali 1 orang…”

“WOW..!! ini akan sedikit berbeda, kita berbuat untuk 1 kelas kecuali satu orang. Hm.. siapa itu Minzzy??” . “Lee jinki Dara unni, hanya dia yang membela ku..” .

mianhae yya, ceritanya terlalu datar dan covernya gak ada. aku baru nulis ff lagi setelah sekian lama fakum. tapi mungkin habis ff datar ini aku bakalan nulis ff yg lebih inovatif lagi. mungkin..

mohon bantuan nya *comen maksud nya..

kamsamidaaaaa ^^Image

Iklan

4 respons untuk ‘Better spend with you (part 1)

  1. AllRiseJe berkata:

    hem.. konfliknya mana?
    ga ada konflik jadinya datar2 aja. jatohnya ngebosenin deh. u,u

    jessica song, nugu? isnt it jessica jung?
    dan lagi, onew dadanya ga bidang. ㅜㅜ

    • Arra berkata:

      bidang kok!!! enak ajaaaa…
      iya2 maksudnya jessica jung. knpa jd song jg aku bingung..
      jjaaaaaaah..
      kan kamu tahu ini baru part1, konflik ya pasti aku bikin tapi g semua di part pertama kan??
      kamsamida udh baca… part 2 nya baca lagi yya??

      • AllRiseJe berkata:

        maksudku kan bumbu2 kemunculan konflik biasanya udah ada di part 1. terus sama authornya di “TBC”in. *halah sok tau* padahal ga pernah bikin epep xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s