Hello Goodbye (Part 1)

Image

Cast :

– Park Chan Yeol

– Luna f (x)

– Doo Kyung Soo

– TOP as appa’s Luna

– CL as eomma’s Luna
– Other Cast, find in the story.

Rating: romance, sad.

Summary : baru saja aku menjumpai bayang  mu nyata. Tetapi mengapa detik waktu tak mengizinkan untuk kedua kalinya aku hidup dengan mu. hanya sekali dan kau pun lenyap selamanya. Aku seiring waktu menggenggam bayang mu dan hidup dengan bayang yang lain. Walau begitu aku tetap bersyukur karena kehidupan ini pernah terisi dengan senyuman mu. ….  good bye..

Part 1

“tadaaa… !!”

“aaah.. yo..yogi”

“ottoke? Jowa??”

“ne, nomu, nomu, nomu.. jeongmal, jeongmal, jeongmal jowa!!”

“oooh, melegakan….” Park Chan Yeol terhenti sejenak sambil memandangi mataku yang berbinar melihat makan malam yang dia sediakan khusus untuk ku. “dengar Luna, aku tidak akan berhenti membuat guratan senyum di wajah mu. kau memahaminya??”

Aku yang mendengar kata-kata terakhirnya membeku untuk sejenak. Waktu seperti tidak berputar mendukung membekunya darah di dalam tubuhku. Aku…. dengan Park Chan Yeol, memang sudah lama sepertinya. Tetapi rasanya hanya bersama, sebatas hanya bersama… berbeda rasanya dengan saling memiliki.

“YYA!! Chunanda!! Ayo cepat makan jangan diam saja, aku sudah susah payah menyediakan makanan ini. kau tahu makanan ini belum pernah di sajikan di restoran ini, jadi kau yang pertama yang memakan makanan ini langsung dibuat oleh koki ahli seperti aku, bersyukurlaaaah… “. Aku masih mengkosongkan pandangan ku, berfikir dan mencoba mengingat kembali mengapa aku begini. Aku…. harus menguburnya sedalam mungkin.

“mengapa cerewet sekali kau ini…!! aku makan. Selamat makaaaaan..!!!!”

Ditemani tumpukan salju yang semakin tebal di tepi jalan, aku menimakti hangatnya kebersamaan bersama Park di dalam restoran miliknya. Park , adalah salah satu ahli waris dari keluarga besar Park… ehm, sedikit membingungkan. Maksudku Park Chan Yeol adalah salah satu ahli waris dari keluarga Park.

Aku memang terbiasa memanggil Chan Yeol dengan nama keluarganya. ”Park ..” tidak tahu mengapa, aku kurang nyaman saja jika aku memanggil langsung namanya. “Chan Yeol”. Walau sering kali dia marah karena aku bersikap formal kepadanya tetapi.. aku tetap saja melakukannya, karena aku merasa…

Kami hanya bersama, tidak dekat…… –mianhae… aku masih memikirkannya

Kling… #lonceng pintu masuk berbunyi.

Mendengar suara yang sama, kami berdua memfokuskan pandangan pada pintu utama restoran keluarga Park.

“Nugu-seyo?? Mianhamnida, kami sudah tutup..” sahut Park sambil berdiri memberi hormat ketika mengetahu lelaki separuh baya datang memasuki restoran sepi ini.

“hem, geurom.. saya mencari Luna Agassi kemari.” Katanya sambil menyodorkan selebar foto yang aku rasa itu adalah diriku.

“ah, ne? “ mata Park melirik ke arah ku. tetapi… aku pun tetap tidak memahami apa yang sedang terjadi saat ini.

1/07/2005

“ini sekolah baru ku di SMA, apakah appa mengingat jalan ke mari. Aiish.. sudah ku bilang belikan saja aku spedah agar appa tidak perlu menjemput ku seperti ini… “

Kami, aku dan keluarga ku baru saja pindah ke kota seoul beberapa bulan kemarin. Dikarenakan pekerjaan appa dan didukung aku harus ganti sekolah karena aku sudah masuk jejang yang lebih tinggi sekarang.

Aku belum terlalu hafal dengan jalur jalan di seoul maka dari itu aku menginginkan sepedah agar bisa mengelilingi seoul dan menghafal setiap jalan di seoul ini… haaaaah, rasanya susah sekali merengek menginginkan sesuatu pada appa. Dia begitu dingin, sampai-sampai salju pada musim dingin malu karena kalah dingin dengan appa. Mengapa eomma mau menikah dengan appa yang begitu dingin seperti itu? memang… appa pernah mengatakan kata-kata sakral untuk bertaut menjalani hidup bersama.

“mengapa aku memikirkan hal ini, aaaah babbo-ya!” sambil memukul kepalaku sendiri, dan terlihat tambah bodoh saja kelakuan ku ini.

Mungkin karena pukulan pada kepalaku yang aku perbuat tadi, kedua kaki ku seperti tidak seimbang dan oleng untuk beberapa senti.

Bruk…Seprti menubruk sesuatu, aku sungguh tidak sengaja melakukannya, tambah seperti orang bodoh saja.

“eh, mi_”segera aku berbalik badan dan hendak meminta maaf tetapi kata-kata ku terpotong dengan…

“ya,bhicoso..?!” gerutu seorang namja putih bermata bulat besar dan menatap penuh kekesalan pada ku.

“aaah, mianhamnida.. sinca mianhamnida. Aku tidak sengaja menabrak mu..” aku membungkuk sampai rambut panjang hitamku terlontar kedepan, dan pada saat aku menegapkan badan ku kembali aku benar-benar seperti orang gila, rambutku kusut berantakan tak karuan.

Beberapa detik berlalu, dia hanya menatapi aneh tanpa berkedip. Aku yang membeku, hanya berdiri tegang tanpa merapikan rambutku yang tentunya terlihat seperti orang gila.

Di sela-sela diam ku, aku memerhatikan dari setiap jengkalnya. Dia memakai sergam yang sama seperti diriku, masih terlihat baru seragamnya. Mungkin saja dia sama seperti ku, murid baru di sekolah seoul ini. segera aku tersenyum lebar dan…

“geurom, na neun Park sun young aku murid baru juga sama seperti mu, hem.. benarkan dugaan ku?” aku menyodorkan tangan ku ke arahnya agar segera dia tanggapi sikap ramah ku padanya.

“mwo-ya.. sinca bicoso..” dia memalingkan wajahnya dari hadapan ku, terlihat sangat angkuh dan begitu aku ingin meninjunya terutama di bagian ujung bibir kanan nya yang terus tersenyum simpul meremehkan ku.

Tiiin..Tiin..

Suara klakson yang tidak asing lagi menyadarkan ku yang sedang berfantasi memukulinya sampai babak belur. Dia menoleh kearah bunyi klakson itu sekali lalu mengalihkan pandangnnya lagi ke depan.

“Luna, kajja..!!” appa mengajak ku pulang tanpa keluar dari dalam mobil, aku pun segera meresponnya. “ne, changkeman..”

“ya, entah siapa dirimu.. aku pulang terlebih dahulu, mian tidak bisa menemani mu di sini. Aku yakin kau juga sedang menunggu jemputan bukan, sa_”

“kka!” jawabnya lagi-lagi memotong pembicaraan ku.

“ne, suguseyooo..” jawabku pelan sambil melangkah pergi menjauhinya.

***

Hari ini sehabis pulang sekolah aku tidak ada hentinya untuk memikirkan namja yang ku tabrak tadi siang di sekolah. Entah mengapa rasanya seperti penasaran saja, mengapa dia begitu arogan? Dan memangnya siapa dia? Aku pun memelihara begitu banya pertannyan tentangnya di benak ku. dan sekarang aku sadar bahwa aku mulai gila karena tidak menemukan jawabanya.

Tik..tik..tik..

Jam dinding menemaniku dalam keheningan di depan meja makan. Sinar lampu yang begitu terang membuat aku mampu melihat jelas apa saja yang eomma sediakan malam ini. tak lupa kami pun selalu membuka jendela kami ketika akan makan malam, karena ingin melihat langsung cahaya rembulan dari dalam rumah. Hanya untuk musim panas dan musim semi saja… selebihnya kami tidak tahan dengan udara dingin di malam hari. Bisa-bisa kami membeku kedinginan ketika sedang makan.. begitulah keluarga ku, eomma yang romantis dan appa yang bersikap dingin.

PLAK…

“aiiiish… apa-yo..!!”

“anak nakal! Sudah berani menggoda seorang namja..!”

Eomma datang secara tiba-tiba dan mendaratkan pukulannya di kepalaku. Ada apa dengannya? Bahkan sedikit pun aku tidak menyentuh makanan yang ada di atas meja. Aku menunggu appa datang.

“aiish, anak nakal. Sungguh aku tak menyangka..”

“apa yang eomma bicarakan, tiba-tiba saja memukul ku..” aku pun tak henti mengusap-usap kepalaku yang masih terasa perih karena pukulan eomma.

“kata appa mu, kamu menggoda seorang namja saat di sekolah. Appa memergokimu ketika menjemput mu tadi siang..”

“mwo-ya…?” sambil mengingat-ingat kembali apa saja yang aku telah perbuat seharian ini. aku sungguh tidak meras telah menggoda seorang namja hari ini.

Di saat aku berfikir keras, appa berjalan sambil melonggarkan dasinya dan duduk tepat di sebleah ku. mukanya yang datar tidak mengurangi kesan dinginnya walau pada kami, keluarganya.

“appaaa… apa yang telah appa katakan pada eomma.. aku sungguh tidak pernah menggoda seorang namja..” sambil menarik-narik lengan baju appa ku, dan responnya hanya melirik ku dengan pandangan datar.

“jangan berbohong, appa mu sendiri yang melihatnya..!! sebagai hukumannya porsi nasi mu malam ini eomma kurangi!!” lalu tiba-tiba eomma mengambil mangkuk penuh nasi yang ada di depan ku. aku mencegahnya, tetapi percuma aku kalah cepat.

“appa lihat!! Eomma mengurangi porsi makan ku.. aku bisa mati!!! Haaaah… ani, ani ani-yooo..!!” suara ku menaik beberapa oktaf.

“seorang lelaki putih denga mata yang bulat. Appa masih mengingatnya..” suaranya datar, aku bersyukur beliau angkat suara juga.

“dia… aaaah dia. Aku sungguh tidak mengenalnya, aku tak sengaja menabraknya dan ketika appa datang aku berusaha meminta maaf dan menjadi temannya karena dia pun anak baru di sekolah tersebut sama seperti aku..” jelas ku panjang tanpa henti.

“lalu…?” matanya masih datar.

“lalu kesimpulannya aku tidak menggodanya appaaaa…”

“gheude? Sinca? Jeongmal?” eomma pun ikut memastikan semua kata-kata ku.

“gheude! Since! Jeongmal eomma..!! cepat kembalikan jatah nasi ku yang seperti biasa….” Kata ku merengek ketika melihat mangkuk nasi ku yang tidak sama sekali terisi penuh.

“ani-yo.. kau harus diet.” Appa melarangnya. Sungguh makan malam yang membuat aku kesal.

“andweeeee appaaaa.. “

Setelah berteriak, aku pun terpaksa memakan nasi setengah porsi makan ku seperti biasa.

-flash back end-

***

“apakah dia di korea sekarang? Maksud ku di seoul…??” mata ku memanas ketika mendengar kenyataan yang ajushi itu ceritakan. Doo kyung soo yang hilang sebenarnya…

“ne, dia memerintahkan aku untuk mencari mu. Mencari Park Sun Young, dia ingin melihat mu di saat-saat terakhir ini..” sesakali bibirnya bergetar karena menahan kesediahan yang di naungi kenyataan. Kenyataan pahit yang memang sedang melandah setiap sudut detik seorang Doo Kyung Soo.
“kajja, kajja.. antar aku ke kamarnya sekarang.. kajja ajushi aku tidak mau menyesal karena terlambat..” aku segera mengambil tas ku, tetapi sebuah tangan hangat menghalanginya.

“luna.. sudah malam, esok hari kita bias menjenguknya…” katanya pelan.

“ani-yo Park.. ani-yo, aku takut waktu berjalan begitu cepat sehingga aku tidak bisa melihatnya menatap ku lagi…” kata-kata ku tak terdengar jelas Karena bibir ku bergetar. Hati ku belum bisa menerima kenyataan pahit ini.

“yang dikatakannya benar agashi.. esok hari saja. Sekarang sudah larut malam dan sudah bukan jam jenguk …. Igot alamat rumah sakit Doo Kyung soo-goon. Aku harap esok agashi bisa menjenguknya.. suguseyeo..” ajushi separuh baya itu pun pergi meninggalkan ku dan kenyataan pahit itu.

Kini aku hanya bisa menatap kosong melihat langkah kakinya yang menjauh dan di selimuti dingin salju.

“luna… “ panggil Park lembut.

“luna-shi… apakah kau mendengar ku??” aku masih melamun. Aku tidak sama sekali menggubris suara itu, bahkan aku lupa dengan suara yang memanggil ku sedari tadi. Yang berada di benakku sekarang hanya tentang Doo Kyung Soo. Kenangan-kenangan terdahulu seakan kembali lagi dan mencengkram keras tenggorokan ku, menekan dalam dada ku sehingga terasa sesak.

Doo Kyung Soo.. seorang namja yang membuat aku pertama kali merasakan bagaimana indahnya memiliki perasaan cinta.  Tiba-tiba saja menghilang dari kehidupan ku.. berapa tahun aku menderita karena separuh dari natasha ku hilang. Dan kini.. aku harus menerima kenyataan dia sedang sekarat karena penyakitnya. Mengapa?? Ketika waktu meperbolehkan aku menatap mu kembali, kau.. hanya mempunyai sekedar dari waktumu di dunia..

“wae-yo…..!!!!!!!!” aku berteriak dalam tangis ku yang tak tertahankan. Dan Park… hanya berusaha memelukku erat. Sangat erat, entah karena ingin menenangkan ku saja atau takut kehilangan ku.

***

Iklan

7 respons untuk ‘Hello Goodbye (Part 1)

  1. derphyuk berkata:

    itu maksudnya ada tanggal di situ apa ya? flashback kah?
    kalo emang iya, misal mau pake tanggal2 gitu harusnya dari awal cerita ada tanggalnya. tapi kalo dari awal ga ada tanggalnya, mending ditulis ‘flashback’ aja gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s