Menulis Di Bawah Bintang

image

Malam bererat sunyi

Bosan saya melihat jajara kehiupan ini. Harus melakukan semua yang seperti biasanya manusia lain lakukan. Bersekolah, mendapat nilai bagus, lalu do what parents want, iya.
Seperti menjadi kariyawan di salah satu perusahaan besar, membuat bisnis sendiri, dan pada akhirnya menikah dengan orang yang ideal juga.
Menurut saya itu sangat membosankan, tidak adakah hal yang lain yang mungkin lebih menyenangkan yang dapat dilakuan?
Entah hal itu ada apa tidak?
Malam-malam begini, sepi dan dingin begini, ketika semua orang menutup jendela dan gordennya, saya malah melakukan hal sebaliknya. Saya sikapkan gorden lalu membuka jendelan, akibatnya, dengan bebas angin malam masuk bersamaan dengan sinar lampu jalan yang remang-remang itu. Iya sinar lampu jalan, bukan sinar rembulan atau semacamnya yang berkeliaran malam hari begini. Cukup lampu lampu kecil itu yang menggantikan fungsi dari si bulat besar yang dulu iya mencoba menggantian posisi matahari di langit.
Dan lagi lagi, pikirnya, lagi lagi ada yang menggantikannya.
Saya bosan, dan sendiri. Hal ini bukan kata-kata anak remaja ABG galau karena baru putus sehari dengan kekasihnya. Kata bosan dan sendiri itu keluar dari wanita, -ok hampir menjadi wanita. Wanita yang baru menyadari tidak ada yang tersisa di sampingnya terkecuali keluarganya.
Rasanya aneh saja, saya sampai sebesar ini selalu saja mempunyai celah dengan ayah ibu saya, dan celah tersebut biasanya teman teman saya yang mengisi. Celah itu, berisi hanya kesenangan dan kebodohan. Iya, bisakah kau bayangkan, dimana celah yang sempit itu sangat menyenangkan karena teman teman saya mengisinya dengan hal yang memang sangat menyenangkan. Seperti itu lah, saya tidak bisa mendeskripsikannya lebih dari kata menyenangkan itu sendiri.
Bisa kalian tebak, saya kehilangan hal terebut. Celah itu masih ada, namun sekarang tidak menyenangan seperti dulu lagi. Celah itu terlihat sempit, sunyi, dingin, gelap, dan jika lama berada di dalamnya menjadi menyakitkan.
Saya tidak sedang membual dengan kata-kata yang mungkin menjadi hiper bola itu.
Kami berteman dari 1 SMP sampai 3 SMA, dan sampai sekarang pun kami masih sering berkomunikasi satu sama lainnya. Kami bertujuh, dan semuanya perempuan. Saya, teman saya, teman saya dan teman saya……
Diantara kami ada yang pergi ke luar negri untuk bersekolah, ada yang berkutat di bidang seni, saint, ada pula yang langsung berbinis dan 1 lagi ada yang menikah muda.
1 tahun sesudah kelulusan SMA mungkin rasa menyenangkan di celah itu masih ada. Namun sudah ketika 3 tahun lebih ini, ruang kecil yang biasanya kami bertukar canda tersebut menjadi ajang pamer dan berlomba terlihat dewasa.
Saya. Tidak. Membenci. Itu.
Menurut saya hal itu wajar karena kita memang sudah melewati banyak hal tanpa bersama-sama sehingga… Seperti itu
Hanya saja saya, merasakan kehilangan.
Hal itu tadi, celah kecil itu beralih fungsi menjadi sangat menyakitkan.
Mungkin hal ini terlalu kekanak-anakan, tapi percaya atau tidak, saya tidak pernah mendapat celah semenyenangan itu lagi.
Selepas dari masa ABG labil itu, semua orang menjadi sangat seriusĀ  dengan masa depannya, melakuan prestasi sebanyak-banyaknya, dan melupakan bahwa seharusnya antara teman saling mengisi celah kosong itu.
Entahlaaah….
Inti dari tulisan yang harus membuka jendela ketika dibuat ini, hanyalah rasa bosan dari seorang wanita yang beranjak menjadi wanita sesungguhnya.

Mungkin rasanya bosan berteman dengan kalian, atau mungkin saja saya yang membosankan. Mungkin juga seperti bintang di malam hari ini, dia tida terlihat bersinar bukan karena dia bosan bersinar, namun saja kita yang bosan dengan cahanya sehingga menggantikannya dengan lampu jalanan yang kecil.

Dan terakhir, terimakasih malam, terimakasih sunyi.
Terimaksih karena masih menemani sampai detik terakhir saya menulis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s