aku bersalah.

aku hanyalah manusia yang harusnya banya bersyukur atas diciptakanya aku dari ketiadaan oleh Tuhanku. dan perjalanan kehidupan manusia ini sangatlah beruntung, dari pada manusia yang lain itu yang ku rasa. manusia ini mempunyai kedua orang tua yang sangat sempurna, itu anugrah yang manusia itu punya. kapan saja dan dalam kondisi apasaja, orang tuanya menyayanginya. walaupun terkadang manusia itu bertindak yang tidak seharusnya dia lakukan, dia melakukan hal yang bodoh sehingga mengecewakan kedua orang tuanya tersebut. dan apalah daya aku hanya manusia yang banyak melakukan dosa.

tak hanya itu angrah yang dia punya, teman-teman sekitarnyapun bisa dikatakan anugrah yang sangat berharga. si manusia itu tinggal di lingkungan yang sempurna, dengan canda dan kasih sayang yang teman-temanya berikan. membuat manusia itu hidup dalam kesempurnaan. apalah yang di namakan mausia, yang pasti melakukan kesalahan. manusia itu pun menyakiti temannya, maka dari itu izzinkan lah manusia tak berdaya ini memintamaaf atas kesalahan-kesalahan yang dia perbuat, terkadang ia mengucapkan kata-kata yang keji, terkadang dia menyakiti hati mu dengan tingkah laku bodohnya, dan terkadang ia tak meraih tangan mu dari keterpurukan yang engkau alami. tapi sungguh dari hati manusia yang tak sempurna itu meminta maaf.

semua itu belum sempurna, manusia itu masih mempunya guru yang mulia, setiap hari dia di beri ilmu yang memang sangat berguna bagi kehidupan mendatangnya. tanpa pamrih guru-guru itu mengajari manusia bodoh itu. dan dia membalasnya dengan kesalahan yang membuat hati sang guru-guru itu kecewa. tapi berikan kesempatan pada manusia itu untuk mengucapkan kata maaf. maaf dan hanyalah maaf yang bisa terlontar dari bibir kering manusia itu.

Dan perlu diketahui, manusia itu mempunyai Tuhan yang sangat pengasih dan maha penyayang, berulang kali manusia itu berbuat kesalahan pasti Tuhannya merangkulnya lagi dan mendekapnya dalam kerahmatanya yang tak terhingga. Tuhanya begitu sempurna, begitu penyayang, begitu pengasih, dan tetap saja manusia tak tahu diri itu melakukan kesalahan. Tetapi tuhan tak pernah memarahinya, jika manusia itu kembali sambil menangis meminta ampun. Tuhannya memberi yang manusia itu mau. Jadi biarkan lah manusia itu melakukan itu kembali untuk kesekian kalinya, peluklah dia dalam kerahmatan mu, jagalah dia dan jangan kau lepaskan lagi pelukan mu untuk selamanya. sungguh yang hanya manusia itu btuhkan adalah pelukan mu yang membuat semuanya menjadi sempurna.

AKU HANYALAH MANUSIA YANG MENGUMPULKAN KESALAHAN ATAS SEMUA YANG BERHUBUNGAN DENGANKU. MAKA DARI ITU SEKARANG AKU (MANUSIA ITU) HANYA LAH AKAN MENGUCAP KATA MAAF UNTUK KALIAN.

MINTA MAAF LAHIR BATIN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s