Get Well Soon, Ndes!

Tulisan ini dibuat oleh temen terjahat dan terbaik ku. semakin jahat dia pada diriku semakin dia baik dimata tuhan. Tuhan ampunilah bagi siapa pun yang berdusta amin 😐

Lembaran si Lek

Halo semuanya, mari kita awali postingan ini dengan membaca Basmalah. “Basmalaaaah!” *abaikan*

Lihat pos aslinya 351 kata lagi

Iklan

Bagai Laut (Part 3 #ending)

laut

  Aku sudah mendapatkan diriku yang baru sejak dulu-
–          Entah kekuatan apa yang aku punya sampai mampu termuntahkan dari alunan gelombang lautnya…-
–          Aku biarkan tubuhku terhantam karang kokoh di tepi lautan, walau terbentur sakit tapi aku berhasil menghindar dari pujaan ku akan alunan gelombang tenangnya..-
–          Kini aku menjadi lupa akan segalanya. Aku tutup lembaran biru terhampar luas di dalam kehidupan ku..-
–          Awalnya sulit, namun aku mampu…-
–          Aku, kini, berdiri tegap dalam hampa, namun aku yang memilihnya..-
–          Pangeran laut… aku sudah tidak mengingat mu kembali..- Baca lebih lanjut

Bagai Laut (part 2)

Image

Sebelum Kata: ok, ini part 2 dari Pangeran Lautnya kak Kamal. sesuai dengan permintaan dari si pemberi inspirasi aku lanjutkan sampai sini dahulu. part 3nya di tunggu ya. aku semngat nulis nih kalau memang sedang ada yang menanti-nantikan dari tulisan aku.. ya sudah selamat membaca aja 😀

-Hari ini aku datang dengan rindu membelengu.. –

-Sudah beberapa malam aku lewati dengan menimbun rinduku padanya.-

-Entah dirinya di mana, aku tidak mampu menemukan penawar akan rasa rindu ini…-

Baca lebih lanjut

Bagai Laut

Image

sebelum kata: hei semua, sorry baru nge-post lagi. habis sibuk tau. tapi maaf nih ya cerita FF yang sebelumnya nggak aku terusin soalnya leptop ku yang dulu hilang. file cerita itu pun hilang entah kemana, aku malas kalau harus mengingat-ingat ceritanya kembali *lebih tepanya masih sakit hati* oh, tentang tulisan ini aku terinspirasi dari gambar buatan kakak kelas aku. dia ngasih cerita dari gambar ini, itu keren banget menurut aku. jadi aku buat aja sepeggalan dulu dari ceritanya. kalau aku nyaman aku lanjut, makasih banyak buat isnpirasi ceritanya buat Kak Kamal si bassdrum siji 😀

-Hei, mengapa hanya diam saja. Ayo tunjukan rasa mu…-

sampai kapan kau akan melihatnya dari kejauhan??-

-kau diam saja ketika ada seseorang yang mendekatinya…-

-seolah-olah tak ada apa-apa, namun di alam bawah sadar mu kau menangis perih…-

-dan pada akhir kata kau akan menyadarinya bahwa kau pengecut…- Baca lebih lanjut

Hello Goodbye (Part 3)

cover II hello goodbye

Part 3

28/07/2005

Apa-apaan ini? mengapa orang tua ku sama sekali tidak ingat dengan hari ulang tahun ku. tega sekali padahal eomma yang melahirkan ku, tetapi mengapa dia lupa. Tidak ada sup rumput laut, tidak ada ucapan “selamat ulang tahun”, tidak ada yang special tadi pagi. Berjalan sama seperti biasa, appa bungkam eomma berceramah.. haiiish, menyebalkan sekali.

Aku bersinggah di sekitar taman sekolah. Di bawah pohon yang rindang, siang ini aku menggerutu tak karuang. Bagaimana aku tidak, kedua orang tua ku melupakan hari ulang tahun ku. entah… mungkin terlalu banyak yang mereka harus pikirkan, sampai-sampai aku terlupakan. Baca lebih lanjut

Hello Goodbye (Part 2)

Image

“kau mau mempercepat ajalnya kah?”

“mwo..??”

“lihat wajah mu itu, tidak sama sekali bersemangat. Kau ingin menjenguknya dengan keadaan jelek seperti ini? Sebaiknya jangan.. berikan wajah yang penuh semangat agar dia pun melawan penyakitnya dengan semangat..” kata Park memecahkan keheningan di mobil.

Hari ini kami berdua berencana menjenguk Doo Kyung Soo. Sebenarnya aku berencana hanya sendiri menjenguknya, tetapi tadi pagi Park datang ke rumah ku dan memaksa ingin mengantar ku untuk menjenguk Doo Kyung Soo.

“geudhe..? memang bisa seperti itu?? “ jawabku lesu.

“memang seperti itu.. nanti sebelum ke kamarnya, cuci muka dan berdandanlah. Jangan terlihat lesu seperti itu. Aku yakin.. dia pasti sangat senang.” Katanya panjang lebar tanpa menoleh ke arah ku. Baca lebih lanjut

Hello Goodbye (Part 1)

Image

Cast :

– Park Chan Yeol

– Luna f (x)

– Doo Kyung Soo

– TOP as appa’s Luna

– CL as eomma’s Luna
– Other Cast, find in the story.

Rating: romance, sad.

Summary : baru saja aku menjumpai bayang  mu nyata. Tetapi mengapa detik waktu tak mengizinkan untuk kedua kalinya aku hidup dengan mu. hanya sekali dan kau pun lenyap selamanya. Aku seiring waktu menggenggam bayang mu dan hidup dengan bayang yang lain. Walau begitu aku tetap bersyukur karena kehidupan ini pernah terisi dengan senyuman mu. ….  good bye..

Part 1

“tadaaa… !!”

“aaah.. yo..yogi”

“ottoke? Jowa??”

“ne, nomu, nomu, nomu.. jeongmal, jeongmal, jeongmal jowa!!”

“oooh, melegakan….” Park Chan Yeol terhenti sejenak sambil memandangi mataku yang berbinar melihat makan malam yang dia sediakan khusus untuk ku. “dengar Luna, aku tidak akan berhenti membuat guratan senyum di wajah mu. kau memahaminya??”

Aku yang mendengar kata-kata terakhirnya membeku untuk sejenak. Waktu seperti tidak berputar mendukung membekunya darah di dalam tubuhku. Aku…. dengan Park Chan Yeol, memang sudah lama sepertinya. Tetapi rasanya hanya bersama, sebatas hanya bersama… berbeda rasanya dengan saling memiliki.

“YYA!! Chunanda!! Ayo cepat makan jangan diam saja, aku sudah susah payah menyediakan makanan ini. kau tahu makanan ini belum pernah di sajikan di restoran ini, jadi kau yang pertama yang memakan makanan ini langsung dibuat oleh koki ahli seperti aku, bersyukurlaaaah… “. Aku masih mengkosongkan pandangan ku, berfikir dan mencoba mengingat kembali mengapa aku begini. Aku…. harus menguburnya sedalam mungkin.

“mengapa cerewet sekali kau ini…!! aku makan. Selamat makaaaaan..!!!!”

Ditemani tumpukan salju yang semakin tebal di tepi jalan, aku menimakti hangatnya kebersamaan bersama Park di dalam restoran miliknya. Park , adalah salah satu ahli waris dari keluarga besar Park… ehm, sedikit membingungkan. Maksudku Park Chan Yeol adalah salah satu ahli waris dari keluarga Park. Baca lebih lanjut